Malang, SKAVELA.THISWEEK - Al-fatihah untuk guru-guruku yang pernah menjewerku, memukul dengan penggaris kayu/buku tebal, melempar penghapus kayu ke arahku, menyuruhku berdiri di lapangan karena melanggar ADAB (cara berucap, cara bersikap dan bertingkah laku) kepada guru, karyawan, yang lebih tua ataupun sesama teman di sekolah maupun di lingkungan sekitar. Doa pagi sebelum beraktivitas untuk guru-guruku, dari tangan kalian yang kasar karena kapur, aku belajar bahwa kasih sayang tidak selalu lembut. Bahwa dorongan tidak selalu dibungkus pujian. Bahwa disiplin adalah wajah lain dari cinta.
Tanpa kalian yang dulu berani dimusuhi demi mendidik, mungkin aku hanya akan jadi anak yang pandai membela diri, namun gagal membela kebenaran. Kini aku mengerti, setiap bentakan dan hukuman adalah cara kalian mengatakan, "Aku ingin kamu jadi orang." Selasa (25/11/25).
--Apapun generasimu, ADAB lebih tinggi dari Ilmu--

Hari Guru Nasional 2025. (Foto: TIM sosmed skavela/OSIS)
