Menuju Transformasi Digital Indonesia

Penulis : Dwi Ariana Irawati, S.Pd ( Guru Bahasa Indonesia SMKN 7 Malang )

Di tengah maraknya laporan jumlah korban virus covid-19 di ujung waktu perpanjangan PPKM Level 4, Indonesia menggeliat dan berbenah untuk mewujudkan formasi digital yang menyeluruh bagi seluruh rakyat Indonesia. Pembenahan yang terfokus pada infrastruktur digital mulai digerakkan guna mendukung cita Indonesia tahun 2024, yakni Transformasi Digital Indonesia.

Wujud nyata yang dilakukan adalah program Bakti Kominfo yang menyasar daerah 3T (tertinggal, terluar, dan terjauh) di Indonesia. Hal ini merupakan manuver pemerintah dalam rangka melaksanakan amanat Pancasila tentang keadilan yang merata. Daerah terpencil di ujung Indonesia, khususnya Indonesia Timur seperti Papua menjadi sasaran tepat dibangunnya insfrastruktur yang mewadahi kebutuhan digital.

Jika membahas zaman digital, peran tower telekomunkasi untuk menyebarkan sinyal wireless ke segala penjuru merupakan poin yang sangat signifikan, sehingga semua device atau perangkat android atau laptop kita bisa berselancar internet tanpa hambatan. Untuk wilayah Jawa, khususnya Jawa Timur, jaringan tower telekomunikasi dan internet sudah cukup diakses oleh masyarakat, meskipun dalam kenyataannya, area pinggiran diperkirakan belum optimal karena terbatasnya kuota internet atau sebab teknis lainnya.

Para pengamat, praktisi, akademisi, maupun awam sekalipun akan setuju, bahwa internet akan membawa perubahan revolusioner, perubahan yang menciptakan lingkungan baru yang menandai era transisi dari masyarakat industrial menuju masyarakat digital. Sekelompok masyarakat yang memiliki ketergantungan tingkat tinggi sehingga hanya internet sebagai penetrasi kebutuhan. Sebuah era atau zaman yang menciptakan manusia baru, “manusia digital”.

Ada kehati-hatian yang harus menjadi kendali semua pihak, termasuk pemerintah sebagai pemutus kebijakan dan hukum, peran sosial masyarakat, termasuk peran moral individu sebagai manusia yang beradab terkait digitalisasi yang akan menjadi fokus manusia ke depan. Seluruh sisi kehidupan akan berada di satu ‘klik’ jari. Mulai dari menjawab apa, siapa, bagaimana, di mana, mengapa, tentang berbagai hal, manusia tak akan lagi bergantung seutuhnya pada eksistensi kemasyarakatan karena telah terjawab secara digital melalui layar android dalam genggaman. Sebuah individualisme yang tercipta karena digitalisasi. Terbentuknya Full Hoax Society, masyarakat yang selalu termakan isu atau berita yang belum tentu benar. Dan yang paling membahayakan adalah Cyber-Crime atau kriminalitas dalam dunia digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *