WORKSHOP : “MOTIVASI BISNIS DAN KREATIF” BERSAMA DEDI MARQUIS

Pada Selasa 8 Desember 2020 SMKN 7 Malang mengadakan acara workshop yang bertempat di lapangan Indoor SMKN 7 dengan tema “Motivasi Bisnis dan Kreatifitas” yang menghadirkan seorang trainer dan motivator Dedi Marquis. Beliau sudah berpengalaman mengisi seminar-seminar diberbagai tempat. Kegiatan workshop ini dibuka oleh Ibu Dra. Dwi Lestari, M.M selaku kepala sekolah SMKN 7 Malang yang dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia raya dengan posisi berdiri dan bersama-sama. Baru setelah itu diisi oleh narasumber Dedi Marquis.

Diawal kegiatan narasumber meminta seluruh peserta membentuk lingkaran dengan rapi kemudian melakukan senam kecil yang diiringi musik Senam Maumere. Setelah itu peserta diminta membentuk kelompok dan masing-masing peserta kelompok diminta untuk menuliskan impian dan harapan SMKN 7 kedepannya disebuah kertas bewarna lalu ditempelkan dikertas ukuran A3, kemudian masing-masing kelompok menunjuk salah satu sebagai perwakilan kelompok untuk mempersentasikan harapan masing-masing peserta kelompok didepan semua peserta workshop.

Hal menarik yang disampaikan oleh narasumber adalah bagaimana cara membangun sebuah organisasi yang baik dan solid yang dapat mencapai tujuan sesuai dengan visi dan misinya. Ini tentu bisa dimulai dengan bagaimana cara kita mengatur diri diingkungan keluarga, tetangga, pergaulan hingga didalam organisasi itu sendiri. Dedi Marquispun memberikan motivasi untuk menjadi pembisnis yang sukses seorang itu harus terus membangun jejaring kepada banyak orang, terus belajar untuk menciptakan sesuatu yang kreatif dan jangan takut untuk keluar dari zona nyaman. Keluar dari zona nyaman akan mendorong untuk memperdalam pengetahuan tentang apa yang diinginkan dan cari dalam hidup. Keluar dari zona nyaman juga akan membantu mengenali kelebihan dan kekurangan dalam diri.

Selain memberikan motivasi narasumber juga memberikan inspirasi tentang bagaimana perjuangan dirinya yang dulu pernah bangkrut dan jatuh dalam kondisi benar-benar terpuruk hingga harus menjual laptopnya untuk makan dan membayar kos.  Kemudian menceritakan bagaimana perjuangannya bisa bangkit dari keterpurukannya tersebut bahkan bisa jauh menjadi lebih baik lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *