Malang, SKAVELA.THISWEEK - Perpustakaan SMK Negeri 7 Malang tetap ramai dikunjungi pemustaka di pekan PSAJ kelas XII. Perpustakaan SMK Negeri 7 Malang memastikan pelayanan kepada pemustaka tetap berjalan optimal selama pekan PSAJ, dengan membuka layanan perpustakaan seperti biasa hari Senin - Jum’at pukul 07.00 – 15.00 WIB. Kebijakan ini dilakukan untuk memberikan kemudahan akses literasi bagi pemustaka yang tetap membutuhkan ruang belajar dan referensi selama penilaian sumatif akhir jenjang.
Upaya ini merupakan bagian dari langkah nyata dalam mewujudkan pemustaka/warga SMK Negeri 7 Malang yang cerdas, berliterasi, dan berdaya saing, selaras dengan visi besar Perpustakaan SMK Negeri 7 Malang Maju dan Sejahtera yang digagas oleh Kepala Perpustakaan Bapak Yudis Ade Priyono Harto, S.Pd., Gr.
Yudis Ade Priyono Harto juga menyampaikan selama ini antusiasme siswa-siswi untuk mengunjungi perpustakaan terus meningkat tajam. Bahkan, angka kunjungan harian pernah mencapai 50 orang dalam sehari. langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan budaya literasi serta memberikan pelayanan prima kepada warga dan siswa-siswi SMK Negeri 7 Malang, (15/04/2026).
"Selain itu, perpustakaan juga menjadi salah satu tempat alternatif bagi pemustaka kelas X dan XI yang ingin mengisi waktu tunggu jam pelajaran yang dilaksanakan pukul 11.00 WIB dengan kegiatan positif seperti membaca, belajar, maupun mengembangkan keterampilan digital, dan sekaligus ngadem, lanjutnya.
Selama pekan PSAJ, siswa-siswi dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia, seperti layanan baca di tempat, peminjaman koleksi, akses internet, serta kelas bimbingan pemustaka. Kehadiran perpustakaan yang tetap buka di hari dan jam layanan seperti biasa diharapkan mampu mendukung produktivitas pemustaka dan menciptakan suasana yang lebih bermakna.
Dengan tetap beroperasinya layanan yang optimal Perpustakaan SMK Negeri 7 Malang mengajak pemustaka untuk menjadikan pekan ini sebagai momentum meningkatkan minat baca dan memperluas wawasan.




(Foto: TIM sosmed skavela) copyright 2026
